MAGELANG - Kepanikan sempat menyelimuti warga Dusun Tanjung, Desa Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, ketika tebing setinggi 8 meter longsor pada Senin sore, (12/1/2026). Hujan deras yang tak kunjung reda membuat tanah labil, memicu material longsor menutup akses jalan dan merusak pemukiman. Tak lama berselang, longsor susulan kembali terjadi, menutup total jalan penghubung dua desa.
Melihat potensi bahaya yang mengintai, Polresta Magelang bergerak cepat dengan menyiagakan pasukan Bhayangkara. Kehadiran mereka bukan sekadar menjaga keamanan, namun juga memberikan dukungan moril dan bantuan nyata bagi warga yang terdampak musibah ini.

“Pasukan Bhayangkara Polresta Magelang kami siagakan di lokasi longsor maupun di tempat pengungsian warga. Tujuannya untuk memastikan situasi tetap kondusif, membantu evakuasi, serta memberikan perlindungan kepada masyarakat apabila terjadi kondisi darurat, ” tegas Kapolresta Magelang Kombes Pol Herbin Sianipar.
Situasi kian genting saat sistem peringatan dini (EWS) curah hujan berbunyi nyaring pada Rabu malam, (14/1/2026), menunjukkan status siaga, bahkan meningkat menjadi awas pada Kamis dini hari, (15/1/2026). Peringatan ini sontak memicu evakuasi mandiri warga ke lokasi yang lebih aman.

Bencana longsor ini dilaporkan mengancam dua rumah warga dan sebuah masjid. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Magelang bersama unsur terkait tak henti-hentinya bekerja, melakukan asesmen dan berkoordinasi demi penanganan darurat yang optimal. Kebutuhan mendesak saat ini meliputi logistik untuk pembersihan material longsor dan bantuan bagi pengungsi.
Aparat gabungan tak henti mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan sigap mengikuti arahan petugas. Ancaman longsor susulan masih membayangi wilayah yang rentan ini, terlebih curah hujan tinggi diprediksi masih akan berlangsung. (Wartabhayangkara)

Dina Syafitri