Karangan Bunga Berjejer di Polresta Magelang, Simbol Dukungan Lawan Premanisme

    Karangan Bunga Berjejer di Polresta Magelang, Simbol Dukungan Lawan Premanisme
    (Foto Dok): Sejumlah karangan bunga berjejer rapi sebagai bentuk apresiasi dari pedagang dan warga Pasar Muntilan atas langkah tegas kepolisian Polresta Magelang dalam memberantas praktik premanisme, Rabu (1/4/2026).

    MAGELANG - Pemandangan tak biasa terlihat di halaman Markas Komando (Mako) Polresta Magelang. Sejumlah karangan bunga berjejer rapi sebagai bentuk apresiasi dari pedagang dan warga Pasar Muntilan atas langkah tegas kepolisian dalam memberantas praktik premanisme. Rabu (1/4/2026).

    Karangan bunga tersebut dikirim oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari pedagang sayur, pedagang umum, kuli panggul, hingga warga sekitar Muntilan. Pesan yang disampaikan pun seragam: ucapan terima kasih dan dukungan terhadap penegakan hukum yang dinilai telah menciptakan rasa aman di lingkungan pasar.

    Aksi simbolik ini muncul sebagai respons atas tindakan tegas aparat kepolisian dalam menindak oknum preman yang selama ini meresahkan aktivitas ekonomi di Pasar Muntilan, salah satu pusat perdagangan utama di Kabupaten Magelang.

    Kapolresta Magelang, Kombes Pol Herbin Sianipar, menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat tersebut. Menurutnya, kepercayaan publik menjadi energi penting bagi kepolisian dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban.

    “Kami sangat mengapresiasi dukungan dari warga dan para pedagang. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberantas segala bentuk kejahatan, termasuk premanisme yang meresahkan masyarakat, ” ujarnya. Kamis (2/4/2026).

    Ia menegaskan bahwa Polresta Magelang akan terus hadir di tengah masyarakat, memastikan ruang-ruang publik, termasuk pasar tradisional, tetap aman dan kondusif.

    Sementara itu, para pedagang mengaku kini merasa lebih nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Mereka berharap situasi aman ini dapat terus terjaga sehingga roda perekonomian di pasar tetap berjalan lancar.

    “Sekarang kami bisa berdagang dengan lebih tenang. Harapannya kondisi ini bisa terus dipertahankan, ” ungkap Joko (43), salah satu pedagang.

    Dukungan tidak hanya datang dari pedagang, tetapi juga dari warga sekitar yang selama ini menginginkan adanya penertiban terhadap praktik-praktik yang mengganggu ketertiban lingkungan.

    Masyarakat pun berharap langkah tegas yang telah dilakukan Polresta Magelang dapat terus berlanjut secara konsisten, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah Muntilan dan sekitarnya.

    Berderetnya karangan bunga di halaman Mako Polresta Magelang menjadi simbol kuat dukungan publik terhadap penegakan hukum sekaligus penegasan bahwa masyarakat menolak segala bentuk premanisme di ruang publik.  (PERS)

    polrestamagelang pasarmuntilan tolakpremanisme keamananmasyarakat penegakanhukum magelang pedagangpasar
    Agung widodo

    Agung widodo

    Artikel Sebelumnya

    Dandim Hadiri Groundbreaking Jembatan Garuda...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Pertamina Topang Harga BBM Nonsubsidi, Pemerintah Beri Kompensasi Lancar
    Karangan Bunga Berjejer di Polresta Magelang, Simbol Dukungan Lawan Premanisme
    Teddy Indra Wijaya: Kunjungan Presiden Prabowo ke Asia Timur Hasilkan Rp575 Triliun Komitmen Bisnis
    Dandim Hadiri Groundbreaking Jembatan Garuda Desa Pucangrejo
    Raja Juli Antoni: Indonesia dan AFoCo Perkuat Kerja Sama Kehutanan Strategis

    Ikuti Kami