MAGELANG - Malam yang seharusnya diwarnai bentrokan antar pemuda di Mungkid, Magelang, justru berakhir dengan tangan dingin aparat kepolisian. Rencana aksi tawuran yang sengaja disiarkan langsung melalui media sosial, ternyata tak luput dari pantauan jeli petugas. Tiga pemuda akhirnya berhasil dibekuk di lokasi sebelum amarah memuncak dan berubah menjadi kekerasan.
Informasi yang dihimpun pada Jumat (27/2/2026) malam, sekitar pukul 23.00 WIB, petugas Polsek Mungkid tengah melakukan patroli siber. Perhatian mereka tertuju pada sebuah siaran langsung di Instagram dan TikTok yang diduga kuat merupakan ajakan untuk tawuran di wilayah Mungkid. Tanpa membuang waktu, polisi segera bergerak menuju titik lokasi siaran tersebut.
Saat tiba di lokasi yang ditunjukkan oleh siaran langsung, petugas mendapati sejumlah pemuda. Namun, beberapa di antaranya berhasil melarikan diri. Kapolsek Mungkid AKP Agus Prasetyo membenarkan kejadian ini.
"Kami melakukan pemantauan pada pukul 23.00 WIB (Jumat malam). Pada saat live, terduga admin masih melakukan provokator kepada teman-temannya dan pihak lawannya, " kata Agus saat dihubungi, Sabtu (28/2/2026).
Agus melanjutkan, timnya langsung bereaksi.
"Pada saat itu, kami melakukan penelusuran lokasi live. Dan sekitar pukul 24.00 WIB, kami melakukan penangkapan anak-anak (pemuda) tersebut sebelum terjadinya tawuran, " sambungnya.
Di lokasi penggerebekan, polisi menemukan empat pemuda dan empat senjata tajam. Dua di antaranya berhasil diamankan saat itu juga, sementara dua lainnya lolos dari sergapan. Namun, upaya polisi tidak berhenti di situ.
"Kami tunggu beberapa jam, kemudian 1 anak terpantau dan kami langsung melakukan penangkapan kembali. Sedangkan 1 lagi masih buron, " jelas Agus.
Tiga pemuda yang berhasil diamankan masing-masing berinisial MRS, MWA, dan MWS, dengan usia berkisar antara 18 hingga 21 tahun. Dugaan polisi, kelompok ini bukanlah pendatang baru dalam urusan kekerasan.
"Sebelumnya, segerombolan anak tersebut sudah membuat keributan/tawuran di daerah Bumirejo (Mungkid) minggu lalu. Kemudian, tadi malam kami coba melakukan pemantauan kembali dan terpantau live, " ungkap Agus.
Senjata tajam yang diamankan pun bukan sembarangan.
"Sajam yang diamankan bukan celurit petani, melainkan celurit yang ukurannya lebih dari 1 meter (biasa digunakan untuk tawuran), " imbuhnya.
Saat ini, ketiga pemuda yang tertangkap masih menjalani pemeriksaan intensif. Pihak kepolisian masih terus memburu satu pelaku lain yang berhasil melarikan diri.
"Saat ini kami masih melakukan proses pendalaman kejadian semalam. Karena terdapat 1 anak yang belum kami amankan, karena lari pada saat pengamanan di lokasi kejadian, " pungkasnya. (PERS)

Updates.