MAGELANG - Menyambut Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H/2026, jajaran Pemerintah Kabupaten Magelang bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Cipta Kondisi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), Senin (23/2/2026).
Rakor berlangsung di Pendopo drh. Soepardi, Kompleks Setda Kabupaten Magelang, dan dihadiri Bupati Magelang Grengseng Pamudji, Kapolresta Magelang Kombes Pol Herbin Sianipar, unsur Kodim 0705/Magelang, DPRD, Kejaksaan, Pengadilan Negeri Mungkid, para kepala OPD, hingga Forkopimcam dan paguyuban kepala desa se-Kabupaten Magelang.
Kepala Kesbangpol Kabupaten Magelang, Labbaika Nugroho, dalam laporannya menegaskan bahwa dinamika sosial selama Ramadhan dan Idul Fitri cenderung meningkat, mulai dari mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, hingga potensi kerawanan sosial.
“Momentum Ramadhan dan Idul Fitri memiliki dinamika sosial yang tinggi. Karena itu diperlukan sinergi dan koordinasi yang kuat agar potensi gangguan dapat dicegah sejak dini, ” ujarnya.
Bupati Magelang, Grengseng Pamudji, menekankan bahwa kesiapsiagaan seluruh unsur menjadi kunci terciptanya suasana kondusif, terutama menghadapi arus mudik, lonjakan wisata, serta aktivitas keagamaan.
“Kita harus memastikan pengamanan tempat ibadah, kelancaran lalu lintas, stabilitas distribusi bahan pokok dan BBM, hingga kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Semua harus berjalan aman dan tertib, ” tegasnya.

Sementara itu, Kapolresta Magelang, Kombes Pol Herbin Sianipar, memaparkan sejumlah potensi kerawanan yang perlu diantisipasi selama Ramadhan 2026, seperti tawuran dan perang sarung remaja, peredaran petasan ilegal, minuman keras, balap liar, balon udara liar, hingga penyalahgunaan narkoba.
“Salah satu potensi menonjol adalah tawuran dan perang sarung selepas Tarawih hingga menjelang sahur, didominasi remaja usia 15 sampai 20 tahun, ” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polresta Magelang akan menggelar patroli skala besar secara rutin melibatkan TNI, Satpol PP, dan instansi terkait. Patroli malam, patroli sahur, patroli ngabuburit, hingga pengamanan Tarawih akan diperkuat, disertai optimalisasi layanan Call Center 110 selama 24 jam.
Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Sakir, menegaskan bahwa stabilitas keamanan merupakan fondasi utama kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
“Koordinasi lintas sektor bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah strategis dan preventif. Patroli gabungan harus dioptimalkan terutama pada jam-jam rawan, ” katanya.
Kajari Kabupaten Magelang, Robin Abdi Ketaren, menambahkan pentingnya pengawasan terhadap peredaran bahan peledak serta stabilitas harga kebutuhan pokok. Sementara Ketua Pengadilan Negeri Mungkid, Tri Margono, memastikan dukungan pelayanan hukum yang cepat, sederhana, dan berbiaya ringan selama periode Ramadhan dan Idul Fitri.
Dari unsur TNI, Kasdim 0705/Magelang Mayor Inf. Praja menekankan optimalisasi fungsi intelijen dan deteksi dini di wilayah masing-masing.
“Lebih baik langkah antisipatif sejak dini daripada terlambat menangani persoalan, ” tegasnya.
Melalui rakor lintas sektoral ini, Forkopimda Kabupaten Magelang berkomitmen membangun sinergi kuat demi menghadirkan suasana Ramadhan dan Idul Fitri yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.

Updates.